Apa Itu Penyakit Scabies (Kudis, Gudik)? Apa Penyebab, Gejala Dan Bagaimana Cara Pengobatannya?


Apakah Anda pernah mengalami gatal? Terutama muncul di malam hari? Kemudian pada saat yang bersamaan ada orang lain atau keluarga dalam satu rumah mengalami gatal yang sama? Jika hal ini terjadi kemungkinan gatal tersebut diakibatkan oleh penyakit scabies.

Pada kesempatan ini kita akan membahas tentang penyakit scabies pada manusia. Mari kita cari tahu pengertian, penyebab, gejala, penularan dan cara mengobatinya dengan harapan penyakit tersebut dapat sembuh dan tidak menyebar ke lingkungan di sekitar kita.

Pengertian Scabies

Penyakit scabies adalah penyakit dengan ciri-ciri gatal pada kulit yang diakibatkan oleh kutu kecil atau tungau bernama Sarcoptes scabiei varian hominis. Penyakit ini ditandai dengan keluhan rasa gatal, terutama pada saat malam hari dan sangat mudah menular melalui kontak langsung atau tidak langsung kepada orang lain.

Banyak orang yang sudah pernah mengalami penyakit ini, oleh karena itu tidak heran jika banyak penamaan untuk menyebutkan penyakit ini seperti gudikan (gudik), kudisan (kudis), budukan, gatal agogo, dan masih banyak lagi. Penamaan tersebut biasanya berbeda-beda di setiap daerah.

Penyebab Scabies

Penyakit scabies disebabkan oleh kutu kecil atau tungau berukuran kecil tidak tampak oleh mata telanjang. Untuk dapat melihatnya kita memerlukan alat bantu seperti mikroskop. Kutu betina memiliki ukuran 0,3-0,4mm, dan kutu jantan memiliki ukuran setengah dari ukuran kutu betina.

Setelah dibuahi kutu betina akan tinggal di dalam kulit dengan cara membuat lubang terowongan pada kulit. Di tempat tersebut, kutu betina akan bertelur sebanyak 40 sampai 50 butir telur, dan menetas dalam waktu 3 sampai 5 hari.

Di luar kulit, kutu ini hanya bisa bertahan hidup 2 sampai 3 hari pada suhu kamar.

Cara Penularan

Kutu dapat menyebar dengan mudah dari satu orang ke orang lainnya sehingga penyakit ini termasuk kategori penyakit yang sangat mudah menular. Proses penularan bisa melalui kontak langsung maupun kontak tidak langsung.

Yang dimaksud penularan dengan kontak langsung adalah bersentuhan kulit dengan penderita dan hubungan suami istri. Sedangkan untuk penularan kontak tidak langsung meliputi penggunaan pakaian, handuk, tempat tidur dan peralatan lain yang digunakan bersama dengan penderita.

Hal tersebut di atas mengakibatkan semua orang dalam lingkungan yang sama tertular penyakit scabies. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika penyakit scabies menular secara bersama-sama seperti satu asrama, sekolah, pesantren dan lainnya.

Gejala Scabies

Gejala utama penyakit scabies ditandai dengan gatal pada kulit, rasa gatal akan semakin memburuk pada saat malam hari. Rasa gatal tersebut terjadi karena ada reaksi alergi terhadap tungau. Gejala lainnya antara lain:
  1. Gatal pada sela-sela jari dan pergelangan tangan.
  2. Gatal di ketiak dan permukaan luar siku.
  3. Gatal di sekitar pusar dan perut.
  4. Gatal di bagian selangkangan dan bokong.
  5. Pada wanita rasa gatal di sekitar garis bra, puting susu, garis bra, dan sisi payudara.
  6. Pada pria rasa gatal pada alat kelamin.
  7. Pada bayi dan anak kecil, terjadi gatal-gatal dan iritasi kulit bisa terjadi pada leher, kulit kepala, wajah, telapak kaki dan tangan.
Pengobatan Scabies

Penyakit ini tidak bisa sembuh dengan sendirinya. Pengobatan harus segera dilakukan agar tidak menyebar kepada orang lain. Mengobati scabies dapat menggunakan obat scabies berbentuk lotion atau krim khusus dioleskan pada kulit.

Oleskan obat secara merata pada semua permukaan kulit yang terasa gatal, tetapi hindari pada daerah di sekitar mulut dan mata. Disarankan untuk melakukan pemeriksaan secara medis dengan datang ke Dokter agar dosis dan penggunaan obat sesuai dengan tingkatan penyakit yang diderita.

Tips Cara Mengobati Scabies (kudis atau gudik) dengan tuntas!
  • Melakukan pengobatan bersama-sama jika dalam satu rumah mengalami penyakit scabies. Hal ini dilakukan agar dapat memutus rantai penularan.
  • Mencuci semua pakaian, handuk, dan seprei yang digunakan sebelum memulai pengobatan.
  • Menggunakan air panas untuk bilasan terakhir sebelum menjemur.
  • Bersihkan sofa, tempat tidur, kamar atau ruangan yang digunakan oleh penderita.
Semoga artikel tersebut di atas bermanfaat untuk Anda.

By Admin Last updated: 11 February 2017, 06:04

Tentang Kami

Selamat datang di GourmetteNYC.Com, tempat mencari artikel kesehatan yang terbaru dan terpercaya.