Penyakit Raja Singa, Terjadi Akibat Tak Setia Dengan Pasangan

masalah sifilis

Mungkin di akhir April 2017, publik di Indonesia dikejutkan dengan terkuaknya pesta gay yang dilakukan di salah satu Hotel Di Jalan Diponegoro, Surabaya. Diketahui terdapat 14 orang yang diamankan oleh pihak berwajib. Dan tak disangka, lima dari ke 14 pelaku memiliki penyakit HIV (Human Immunodeficiency Virus). Saat ini, pihak kepolisian sedang menunggu hasil laboratorium untuk mengetahui apakah dari ke 14 korban tersebut ada yang memiliki penyakit raja singa.

Masyarakat Indonesia tidak asing dengan penyakit HIV. HIV merupakan salah satu jenis penyakit yang disebabkan oleh hubungan seks dan menyerang kekebalan tubuh, sehingga tubuh tidak dapat melawan infeksi virus dan bakteri penyebab bakteri. Bahkan penyakit ini tidak dapat disembuhkan, pengobatan yang dilakukan hanya dapat untuk memperlambat berkembangnya penyakit HIV didalam tubuh penderitanya.

Sedangkan jika penyakit raja singa? Raja singa atau penyakit sifilis merupakan salah satu jenis penyakit menular seksual (PMS) yang menular dari hubungan seksual. Namun menurut data yang didapatkan penderita penyakit sifilis dari kalangan wanita sudah mulai berkurang, tetapi untuk kaum pria semakin bertambah.

Pria yang terserang penyakit sifilis, sebagian besar dari mereka adalah kaum penyuka jenis. Dimana sering melakukan seks anal dan oral. Padahal seks anal sangat beresiko, dan rentan terhadap penyakit. Lalu apa yang menandakan seorang mengalami penyakit raja singa?

Tanda-Tanda

Seorang yang mengalami penyakit sifilis jarang menemukan gejala. Namun banyak penderita sifilis yang akan mengalami luka di area kelamin, dan anus. Luka juga akan muncul, dibagian mulut, dan tenggorokan apabila si penderita pernah melakukan seks oral.

Luka akan menimbulkan rasa sakit pada penderitanya, terutama ketika luka tersebut pecah, dan borok, akan terasa panas di area kelamin. Luka akan hilang dalam waktu dua hingga empat minggu dengan sendirinya.

Tanda lainnya, penderita akan menimbulkan luka pada telapak tangan maupun telapak kaki. Beberapa penderita juga akan mengalami demam, mudah lelah, menurunnya nafsu makan, dan muncul kutil kelamin. Sehingga membuat penderita merasa tak nyaman dalam kondisi ini.

Penyebab

Penyebab dari penyakit sifilis adalah melakukan hubungan seks dengan orang yang sudah tertular penyakit raja singa. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Treponema Pallidum yang dapat menular melalui cairan tubuh, termasuk dari darah, dan ketika berciuman dengan penderitanya.

Bahkan sifilis dapat ditularkan dari ibu hamil kepada janinnya. Hal ini tentunya akan membahayakan si janin, terlebih penyakit sifilis tidak dapat hilang dengan mudah dari dalam tubuh. Sehingga cara yang bisa dilakukan adalah dengan selalu melakukan perawatan dan pengobatan.

Sifilis akan menyerang orang yang tertular dengan empat tahapan. Jika pada tahap awal, sudah melakukan pengobatan. Maka sangat jarang sifilis akan masuk ke tahap lanjut. Namun sebaliknya, apabila sejak tahap awal sifilis tidak di obati, maka saat memasuki tahap lanjut dapat merusak organ tubuh lainnya hingga menyebabkan kematian.

Tahapan Sifilis

Tahap Awal

Pada tahap awal, penyakit sifilis akan menyerang ketika bakteri T. Pallidum sudah masuk ke dalam tubuh. Dimana bakteri akan mulai aktif mulai dari 10-90 hari setelah tertular. Dan akan menimbulkan luka di area kelamin, mulut, dan tenggorokan. Luka akan hilang, meski tanpa pengobatan. Namun itu bukan menjadi tanda bakteri T. Pallidum sudah hilang dari tubuh anda.

Tahap Kedua

Pada tahap kedua, akan muncul luka dibagian-bagian tertentu pada tubuh. Namun lebih sering muncul pada telapak tangan, dan kaki. Pada tahap kedua, gejala dapat muncul dan hilang selama bertahun-tahun. Gejala yang terjadi bersifat umum, seperti demam, kurang nafsu makan, dan kerontokan rambut. Serta akan muncul kutil disekitar area kelamin, dan juga anus.

Tahap Ketiga atau Lanjut

Pada tahap ketiga atau lanjut ini, bakteri penyakit raja singa akan menyerang organ penitng didalam tubuh seperti jantung, mata, otak, hati, pembuluh darah, dan sendi tubuh. Tahap lanjut terjadi apabila dari tahap awal dan kedua tidak juga dilakukan pengobatan. Sehingga sifilis akan masuk ke tahap ketiga.
Pada tahap ini, sifilis mungkin baru aktif kembali setelah bertahun-tahun berada didalam tubuh. Bahkan dapat terjadi setelah 10-15 tahun tertular bakteri Treponema Pallidum.

Pengobatan dan Pencegahan


Salah satu pengobatan yang paling sering dilakukan dalam mengobati sifilis dengan suntikan penisilin. Penisilin merupakan obat antibiotik yang biasa digunakan untuk penyakit yang disebabkan dari bakteri. Penisilin dapat digunakan pada penderita sifilis tahap satu dan tahap dua dalam waktu sekitar 14 hari atau lebih, tergantung seberapa lama penyakit terjangkit didalam tubuh

Sedangkan pada tahap ketiga, pengobatan akan dilakukan cukup lama, dan penisilin biasanya dimasukan kedalam tubuh melalui infusan. Namun waktu pengobatan yang cukup lama terkadang membuat penderita sifilis kehilangan kepercayaan diri dan merasa bahwa penyakitnya tidak akan sembuh.

Agar anda terhindar dari penyakit raja singa, cara yang paling efektif hanya dengan melakukan hubungan seks dengan satu pasangan. Jangan pernah melakukan hubungan seks dengan bergonta-ganti pasangan, terutama melakukan hubungan seks dengan penyuka sesama jenis dan pekerja seks komersial.
By Admin Last updated: 19 May 2017, 05:17

Comments

No comments yet...
Leave a comment

Comment form is Gravatar and coComment enabled.

Tentang Kami

Selamat datang di GourmetteNYC.Com, tempat mencari artikel kesehatan yang terbaru dan terpercaya.